Kolesterol Tinggi Tidak Hanya Incar Kaum Obesitas, Gaya Hidup Penting Dikoreksi

Kesehatan
Kolesterol Tinggi Tidak Hanya Incar Kaum Obesitas, Gaya Hidup Penting Dikoreksi
0 Komentar 124 pembaca

KESEHATAN, IPN.COM – Banyak faktor penyebab kolesterol tinggi, bahkan tidak hanya mengincar seseorang yang mengalami obesitas. Kolesterol tinggi sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan yang salah sehingga memicu peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Ada beberapa contoh gaya hidup yang tidak sehat yang beresiko peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.

  1. Kebiasaan  mengonsumsi makanan yang tidak sehat, yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi, misalnya kuning telur, mentega, biskuit, keju, krim, atau santan.
  2. Kebiasaan merokok yang sering tidak diketahui para perokok. Dalam rokok terdapat kandungan zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas HDL atau kolesterol baik untuk mengangkut timbunan lemak dari tubuh menuju hati untuk dibuang. Akibatnya, bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.
  3. Memiliki penyakit tertentu, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme), penyakit ginja dan penyakit liver.
  4. Obesitas atau kegemukan. Seseorang dinyatakan mengalami obesitas saat memiliki indeks massa tubuh di atas 30 (kg/m2), sedangkan ukuran lingkar pinggang dikatakan berlebih saat melewati 102 cm pada laki-laki atau 89 cm pada wanita.
  1. Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol. Kebisaan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam darah.
  1. Kurang berolahraga atau beraktivita juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
  2. Saat usia tua, risiko kolesterol tinggi yang memicu arterosklerosis juga semakin besar.

Faktor genetik atau familia hypercholesterolaemia (FH)l yang diturunkan dalam keluarga juga sangat berpengaruh. Kadar kolesterol penderitanya akan tetap tinggi, meski telah mengonsumsi makanan sehat. Satu dari lima ratus orang mewarisi kondisi ini dari orang tua.

Untuk kolesterol tinggi, biasanya dokter akan terlebih dahulu menyarankan pola makan sehat, berhenti merokok atau mengonsumsi alkohol, serta rutin berolahraga. Secara keseluruhan, konsumsi lemak jenuh harus di bawah 30 gram per hari untuk pria, dan tidak boleh lebih dari 20 gram per hari untuk wanita.

Bagi penderita kadar trigliserida tinggi, disarankan mengonsumsi omega-3 paling tidak 2 kapsul setiap minggu. Namun, konsumsi omega-3 untuk trigliserida tinggi juga masih mememerlukan penelitian lebih lanjut.

Pengobatan Penderita Kolesterol Tinggi

Jika sudah mempraktikkan gaya hidup sehat namun kadar kolesterol tinggi belum juga menurun, maka dokter dapat menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat penurun kolesterol.

Ada beberapa jenis obat penurun kolesterol. Salah satu obat penurun kadar kolesterol dalam darah yang bisa diresepkan oleh dokter adalah obat golongan statin yang menghambat enzim dalam hati untuk membentuk kolesterol.

Jenis obat stati yang biasanya diberikan oleh dokter yaitu simvastatin, atorvastatin, atau rosuvastatin. Namun ada sebagian orang yang intoleran terhadap statin dan mengalami efek samping setelah mengonsumsi obat tersebut, antara lain sakit maag, nyeri otot, serta sakit kepala. Biasanya statin bisa dikombinasikan dengan ezetimibe yang menghambat penyerapan kolesterol dari makanan dan cairan empedu dalam usus,

Fibrate dan niacinyang biasa diberikan oleh Dokter biasanya untuk menurunkan kadar trigliserida yang tinggi, Fibrate menunurunkan kerja hati dalam memproduksi lipoprotein dengan kepadatan sangat rendah, sehingga menurunkan kadar trigliserida. Sedangkan niacin menghambat kemampuan hati memproduksi kolesterol jahat. Saat ini, niacin hanya direkomendasikan untuk orang-orang yang tidak bisa mengonsumsi statin. Pengobatan lain yang dapat menurunkan kadar trigliserida yang dapat dibeli secara bebas adalah suplemen asam lemak omega-3.

Reporter : Red02 (berbagai sumber)

Editor : Yenny

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

loading...

Back to Top