APRI Dan BPPT Tawarkan Pengolahan Emas Non Merkuri

Maluku
APRI Dan BPPT Tawarkan Pengolahan Emas Non Merkuri
0 Komentar 264 pembaca
Foto : Sekertaris Jendral Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (Sekjen APRI) Imran S. Malla

BURU, IPN.COM - Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) siap hadirkan solusi teknologi  alternatif  pengolahan emas ramah lingkungan. Hal ini dipertegas  Sekertaris  Jendral Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (Sekjen APRI) Imran S. Malla Kepada Wartawan Via Telfon mengenai kesiapan pengujian pengolahan emas non merkuri oleh Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI),Selasa (14/05/2019).

"Saat ini Kami (APRI.red) sedang menyiapkan pengujian pengolahan  emas non merkuri, Kegiatan ini merupakan semangat dari lahirnya UU No 11 Tahun 2017 Tentang Rativikasi Convensi Minamata dan tindaklanjut pertemuan antara Kementrian Lingkungan  Hidup dan Kehutanan (KLHK). cq Direktorat Pengolahan B3, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), United Nations Development Program (UNDP)  dan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) untuk pembahasan kegiatan pengujian pengolahan emas non merkuri pada tanggal 16 April 2019 lalu  disepakati akan dilakukan kegiatan pengujian pengolahan emas non merkuri oleh APRI",Ungkap Imran.

Kegiatan pengujian pengolahan emas non merkuri akan segera dilaksanakan di kantor BPPT sesuai kesepakatan  saat rapat 16 April 2019 lalu.

" APRI sedang mempersiapkan kegiatan pengujian/riset bersama yang akan dilaksanakan di kantor BPPT Serpong dimulai tanggal 15 Mei akan datang yang dilakukan oleh perwakilan APRI dan BPPT". Dan hasilnya akan di ketahui dua bulan kedepan oleh komite pemantauan & penilitian mercury KPPM",lebih lanjut Imran.

Imran juga berharap melalui  kegiatan ini kedepan agar wilayah tambang rakyat bisa di permuda legalisasinya,serta pengakuan dari pemerintah terhadap profesi penambang rakyat seperti profesi lainya yaitu petani dan nelayan.

"Harapan saya kedepan wilayah pertambangan rakyat yang berpotensi agar di prioritaskan nenjadi Wilayah Pertambngan Rakyatnya sesuai Pasal 24 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 mengingat Kita sudah punya teknologi alternatif pengolahan emas   non merkuri dan non sianida yang ramah lingkungan, dan pengakuan terhadap profesi para Penambang Rakyat",Pungkas Imran.

REPORTER : CHAIRUL SYAM

EDITOR : YENNY

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

loading...

Back to Top