Idrus Marham: Saya Tak Nikmati Suap Kok Dihukum

Hukum
Idrus Marham: Saya Tak Nikmati Suap Kok Dihukum
0 Komentar 69 pembaca
Idrus ketika tiba di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

JAKARTA, IPN.COM – Mantan Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham masih merasa tidak terima atas vonis KPK yang menyatakan dirinya bersalah mesti tidak menikmati hasil suap.

"Orang nggak menikmati kok dihukum, gimana sih?" ucap Idrus ketika tiba di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Kehadiran Idrus di KPK adalah untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir. Sofyan yang merupakan Direktur Utama PT PLN (Persero) nonaktif itu merupakan tersangka terbaru dalam pusaran kasus suap terkait proyek PLTU Riau-1.

Saat ditanya soal pertemuan antara Sofyan dengan mantan Ketua DPR Setya Novanto, Idrus juga tidak menjawab lugas. Menurutnya keseluruhan hal itu sudah tertuang dalam persidangan.

"Pertemuan itu saya nggak pernah saya tahu. Kan sudah ada di pengadilan sudah ada putusan, nggak tahu pertemuan itu," kata Idrus.

Dirinya terjerat KPK bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK dengan menjerat mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Kotjo yang ingin mendapatkan proyek merasa kesulitan berhubungan dengan PLN sehingga mengontak Novanto yang merupakan kawan lamanya.

Dari Novanto, Kotjo dihubungkan dengan Eni sebagai anggota dewan yang bermitra dengan PLN. Eni pun sempat mendatangkan Sofyan ke kediaman Novanto dalam rangkaian peristiwa kasus tersebut.

Singkat cerita Kotjo dan Eni telah divonis dan hukumannya telah dinyatakan berkekuatan hukum tetap. Menyusul kemudian Idrus dijerat KPK karena diduga turut membantu Eni serta mengarahkan suap yang diterima Eni dari Kotjo untuk Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

Idrus pun telah divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan. Namun Idrus menyatakan banding.

Sedangkan Sofyan--yang belakangan ditetapkan sebagai tersangka--diduga membantu Eni mendapatkan suap dari Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1. KPK menduga Sofyan dijanjikan jatah yang sama dengan Eni dan Idrus Marham, yang lebih dulu diproses.

Dugaan KPK bahwa Sofyan berperan aktif memerintahkan jajarannya agar kesepakatan dengan Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1 segera direalisasi. Di berbagai pertemuan di hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah Sofyan terkait pembahasan proyek ini Sofyan disebut selalu berada dilokasi tersebut.

Reporter : Red01

Editor : Yenny


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

loading...

Back to Top