Antisipasi Virus Cacar Monyet, Pelabuhan Dan Bandara Dihimbau Pasang Deteksi Suhu Tubuh

Kesehatan
Antisipasi Virus Cacar Monyet, Pelabuhan Dan Bandara Dihimbau Pasang Deteksi Suhu Tubuh
0 Komentar 333 pembaca
Infografis Monkeypox

JAKARTA, IPN.COM – Virus cacar monyet atau monkeypox diantisipasi oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek agar tidak sampai masuk ke Indonesia.

Dalam rangka antisipasi, di pelabuhan dan bandara telah di himbau untuk memasang pendeteksi suhu tubuh manusia. Nila menyatakan sampai saat ini virus cacar monyet itu belum terdeteksi masuk ke Indonesia.

"Kalau di semua pelabuhan kami punya kantor kesehatan pelabuhan. Jadi artinya kami perlu karantina, di Soekarno-Hatta kami ada. Bentuknya screening demam, temperature, seperti CCTV gitu. Jadi kalau anda demam dan lewat situ, kamu gambarnya jadi merah-merah," kata Nila di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5).

Nila menjelaskan virus cacar monyet itu bukan hanya ditularkan dari monyet, melainkan juga tikus. Menurut dia, penyakit tersebut awalnya hanya ada di Afrika, khususnya di Afrika Barat.

Saat ini, kata Nila virus cacar monyet itu sudah sampai di Singapura. Ia pun khawatir dengan kondisi tersebut. Nila menyatakan bakal memperkuat pintu perbatasan di Pelabuhan Batam, yang berbatasan langsung dengan Singapura.

"Pintu masuk utama dari Singapura, kami perkuat dalam hal ini," ujarnya.

Selain melakukan pencegahan, Nila meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan agar tidak mudah tertular virus. Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan dirinya masing-masing.

"Bukan hanya lingkungan aja tapi diri sendiri, cuci tangan sebelum makan dan sebagainya. Kalau kita batuk-batuk pakai masker dong, kan sederhana tapi kita tidak menularkan kepada yang lain," katanya.

Cacar monyet adalah infeksi virus langka yang sebenarnya tidak dapat menyebar dengan mudah antarmanusia.

Penularan virus ini berawal dari lewat kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau kulit hewan yang terinfeksi.Mengkonsumsi daging yang terlah terinfeksi yang tidak melalui proses pemasakan maksimal bisa menjadi jalan dari penularan virus ini.

Bahkan penularan sekunder dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak tatap muka dalam waktu yang lama dengan orang yang terinfeksi, lesi kulit atau benda yang terkontaminasi cairan pasien.

Inkubasi infeksi cacar monyet ini berjalan selama 5 hingga 21 hari sampai munculnya gejala. Pada periode 0-5 hari ditandai dengan muncul demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan kurang bertenaga.

Virus ini mirip dengan cacar namun lebih ringan (variola atau smallpox, bukan cacar air).

Tak ada pengobatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk menangkal cacar monyet. Namun WHO menyatakan bahwa vaksin cacar 85 persen efektif mencegah cacar monyet.

 

Reporter : red01

Editor : Yenny

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

loading...

Back to Top