Penyandang Dana Pelaku Kerusuhan Massa Menjadi Buruan Polisi

Hukum
Penyandang Dana Pelaku Kerusuhan Massa Menjadi Buruan Polisi
0 Komentar 62 pembaca
Penangkapan tersangka kerusuhan 21-22 Mei

JAKARTA, IPN.COM – Polda Metro Jaya tengah memburu penyandang dana pada kerusuhan 21-22 Mei 2019. Dalam Kerusuhan tersebut, Polisi telah mengamankan ratusan orang yang bermula di depan Gedung Bawaslu RI pada Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) di Petamburan, Tanah Abang, dan Slipi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyatakan bahwa Kepolisian telah mengamankan pelaku dan sejumlah uang di aplop yang ditujukan pada orang per orang sesuai nama yang tertera pada amplop. Amplop-amplop tersebut ditengarai menjadi dana operasional untuk para pelaku kerusuhan.

"Ada uang yang masuk di amplop ada nama-nama ya, amplop-amplop ini buat siapa. Berisi uang semuanya," ujar Argo dalam Jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/5) malam.

Dari pengakuan sejumlah tersangka yang diamankan, mereka mengaku mendapatkan perintah atau instruksi dari seseorang. Para pelaku, umumnya berasal dari luar Jakarta. Para tersangka yang berasal dari luar Jakarta itu di antaranya diketahui datang ke Sunda Kelapa, Jakarta, dan bertemu beberapa orang yang diduga menjadi pemberi perintah.

"Sedang kita cari, kita gali siapa orang yang ditemuinya dan merencanakan menyerang Asrama Polisi di Petamburan," kata Argo.

Para tersangka tersebut, kata Argo, diamankan antara lain dari depan Bawaslu sebanyak 75 orang, Petamburan 156 tersangka, dan Gambir 29 tersangka.

"Di Bawaslu kenapa dilakukan penangkapan karena melawan petugas yang sedang bertugas, kemudian juga melakukan perusakan. Selanjutnya di Petamburan karena pembakaran mobil dan asrama, di Gambir penyerangan asrama dan Polsek Gambir," ujar Argo.

Saat ini polisi memberlakukan Siaga 1 di Jakarta menyikapi hasil rekapitulasi suara nasional Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

 

Reporter : Red02

Editor : Yenny

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

loading...

Back to Top