Banjir Melanda Desa Waeleman, Luapan Air Sungai Bukan Rana BNPB

Maluku
Banjir Melanda Desa Waeleman, Luapan Air Sungai Bukan Rana BNPB
0 Komentar 153 pembaca
Kondisi rumah dan pesawahan yang terndam banjir akibat luapan air sungai Waelo, Jumat (7/6/19)

BURU, IPN.COM – Hujan yang menguyur desa Waeleman Kecamatan Waelata Kecamatan Buru menyebabkan air sungai meluap dan terjadi banjir, Jumat 7/6/19 pukul 04.00 WIT.
Dari keterangan kepala desa Waeleman, Gastan Patimurra bsejauh ini belum ada korban jiwa, namun beberapa rumah dan persawahan warga terendam air setinggi lebih dari satu meter. Kerugian masih belum bisa diperkirakan.
“Banjir rendam rumah warga dan area persawahan dengan ketinggian satu meter lebih, dan sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tadi pagi”, ujar Kepala Desa saat dikonfirmasi via telpon seluler.
Warga yang berdomisili di sekitar banjir dievakuasi di pengungsian sementara yang disediakan oleh Pemerintah Daerah di area yang tidak terkena banjir di desa Waeleman.
Gastan juga mengatakan perlu adanya penelusuran kali Waelo karena hampir setiap tahun disaat musim hujan air disungai itu meluap dan berakibat banjir.
“Sungai Waelo sebaiknya ditelusuri sebagai penyebab banjir, karena banjir kerap terjadi di musim hujan yang berasal dari luapan air sungai”, ujarnya.
Dengan tanggap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Hadi Zulkarnain, telah memerintahkan timnya untuk melakukan pemantauan dan turun ke lokasi banjir untuk membantu korban banjir.
Saat dikonfirmasi, Hadi Zulkarnain menjelaskan bahwa luapan air di sungai Waelo diakibatkan kondisi air laut meninggi dan ditambah dengan hujan yang terus menerus.
“Hujan yang mengguyur Kabupaten Buru hampir selama 7 hari berturut turut menyebabkan air laut meninggi sehingga air sungai meluap” pungkasnya.
Sejauh ini BNPB tidak ada kewenangan dalam hal penelurusan Sungai Waelo, kewenangan masalah sungai masih dalam Balai Sungai Provinsi.

Reporter : Chairul Syam
Editor : Yenny


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

loading...

Back to Top