534 Instansi Masih 9 Instansi Yang Laporkan Kehadiran

Nasional
534 Instansi Masih 9 Instansi Yang Laporkan Kehadiran
0 Komentar 28 pembaca
Ilustrasi PNS

JAKARTA, IPN.COM –Batas waktu yang diberikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Syafruddin bagi kementerian dan instansi untuk melaporkan kehadiran PNS sampai pukul 15.00 WIB sore nanti. Hingga pukul 11.20 WIB dari 534 instansi baru Sembilan instansi yang melaporkan kehadiran para PNS.

"Baru sembilan yang melaporkan, batas waktu laporan masuk jam 3 sore mungkin ASN ada beberapa yang belum masuk atau terlambat karena macet dan lain-lain," ujar Syafruddin.

Sembilan instansi tersebut adalah, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Hulu, Pemerintah Kota Palangka Raya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Karangasem, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Tuban.

Selain itu, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Menyoal hukuman yang akan dilayangkan kepada abdi negara yang tidak memberikan keterangan tidak hadir, Kemenpan RB mengatakan pihaknya akan melakukan analisis terlebih dahulu guna menentukan hukuman yang bakal dijatuhkan.

Dilansir dari situs resmi Kemenpan RB menpan.go.id, bagi ASN yang tidak masuk kerja tanpa disertai alasan yang sah pada Senin (10/6), maka akan dijatuhi hukuman disiplin akibat melakukan pelanggaran terhadap Pasal 3 Angka 17 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Selain itu, Syafruddin juga dijadwalkan bakal melakukan inspeksi mendadak di beberapa instansi untuk memantau kehadiran ASN di lingkungan kerja mereka. Salah satu instansi yang akan dikunjungi, Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Yang saya sidak BKN karena instansi ini suka mengabsen orang, kami sidak sekalian dan saya nanti pikirkan lagi (instansi lain yang akan disidak)," ujarnya.

 

Reporter : Sufa’at

Editor : Yenny


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

loading...

Back to Top