Pelatih Silat Di Morowali Diduga Tendang Muridnya Hinagga Tewas

sulawesi
Pelatih Silat Di Morowali Diduga Tendang Muridnya Hinagga Tewas
0 Komentar 98 pembaca
Pelatih silat diamankan petugas setelah menganiaya muridnya hingga tewas. Foto: Dok. Polres Morowali

MOROWALI, IPN.COM – Seorang pemuda di Morowali Utara, Sulawesi Utara tewas diduga dianiaya pelatih silatnya. Peristiwa terjadi saat mereka tengah menggelar latihan rutin.

Pelaku berinisial MA (19) seperti biasa melatih sejumlah siswa di Trans WosuBlok A Nomor 45 tepatnya di Desa Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali, Rabu (3/7). Saat itu, ada 10 siswa yang hadir dalam latihan, termasuk korban Jaenudin (14).

Kejadian bearawal ketika MA yang merupakan pelatih silat dari Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT) menanyakan kepada para siswa apakah membawa jamu seperti yang sudah dipesan sebelumnya. Para siswa rupanya tidak membawa jamu yang dipesan karena menitipkan kepada seorang siswa lainnya yang saat itu tidak hadir berlatih.

"Pelaku lalu membariskan siswanya dalam satu saf. Mereka diminta mengambil posisi kuda-kuda tengah. Saat itu, pelaku menghukum siswa dengan menendang perut siswanya," kata Kapolres Morowali Utara, AKBP Dadan Wahyudi seperti dikutip dari laman resmi Polres Morowali Utara, Jumat (5/7).

Akibat tendangan itu, para siswa terjatuh. Semua siswa kembali berdiri dan berdoa. Tapi, Jaenudin masih tergeletak dan tak sadarkan diri.

MA dan dua pelatih lainnya langsung menghampiri korban. Melihat Jaenudin tak kunjung bergerak, mereka membawanya ke puskesmas terdekat.

"Korban dibawa ke Puskesmas Wosu dengan menggunakan sepeda motor. Setelah sempat mendapat perawatan korban dinyatakan meninggal," jelas Dadan.

Dadan tidak menyebutkan penyebab pasti kematian Jaenudin. Polisi yang mendengar kejadian itu langsung mendatangi lokasi.

"Pelaku kami tangkap Kamis (4/7) lalu dibawa ke Mapolsek Bungku Barat," ucap dia.

 

Reporter : Udin Burugana02

Editor : Yenny


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

loading...

Back to Top