Bandar Sabu Asal Mojokerto Diringkus Polisi, BB Dikemas Bercampur Garam

Jawa Timur
Bandar Sabu Asal Mojokerto Diringkus Polisi, BB Dikemas Bercampur Garam
0 Komentar 69 pembaca
sindikat Pengedar sabu yang diringkus Polresta Mojokerto

MOJOKERTO, IPN.COM – Modus dan trik para pelaku pengedar narkoba seakan tak akan pernah ada habisnya. Seperti seorang pelaku Bandar narkoba di Mojokerto diringkus polisi dengan barang bukti seberat, 1,5 kg yang dikemas bercampur dengan garam.

Dari identitas pelaku yang disampaikan oleh Polres Mojokerto Kota bernama Anton Eko Kuncoro (27), bandar sabu asal Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal, Mojokerto. Anton sehari-harinya tinggal di rumah kos Kelurahan Kedundung, Magersari dan sudah dua tahun berbisnis narkoba.

Polisi tidak mengetahui jika kemasan garam tersebut terselikan sabu sabu, karena sebagian besar barang yang dibawa adalah serbuk garam.

Dari keterangan Kapolres Mojokerto Kota AKLBP Dany Setiyono, pelaku merupakan jaringan narkoba skala nasional, bahkan salah satunya kasus narkoba di Pekan baru seberat 4 kg.

“Seberat 4 kg sabu hendak dikirim ke Mojokerto, tapi berhasil diamankan di Pekanbaru. Saat itu Anton pemesannya,” kata Kapolresta saat jumpa pers, di Mapolres Mojokerto Kota, Selasa (9/7/2019).

Anton yang merupakan Bandar narkoba diringkus Polresta Mojokerto pada Jumat (28/6) lalu sekitar pukul 21.30 WIB, setelah mengambila sabu seberat 1,5 kg di kawasan Juanda Sidoarjo  

Sekitar 300 gram narkotika golongan I itu langsung dikirim ke pengedar dengan sistem ranjau di dekat Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto.

“Ambilnya di kawasan Juanda dengan sistem ranjau. Dia diperintahkan untuk meranjau. Dan ternyata saat diusut semua diremot oknum (narapidana) di dalam lapas,” terang Sigit.

Sementara Kasat Reskoba Polres Mojokerto Kota AKP Hendro Susanto menambahkan, Anton diringkus saat kembali ke kamar kosnya dan langsung dilakukan penggeledahan.

Hendro mengaku sempat mengira mendapatkan tangkapan besar. Karena menemukan barang bukti 1,2194 kg sabu yang dikemas menjadi 10 bungkus plastik. Namun ternyata 8 bungkus lainnya hanya serbuk garam.

“Bentuk barang buktinya sudah beda, lalu kami coba tes dengan dibakar keluar asap. Namun saat dicicipi ternyata garam, rasanya asin,” ujarnya sembari tertawa.

Ternyata, bukan hanya polisi yang kecele, Anton sendiri juga tak menyangka kalau 1 kg serbuk putih tersebut hanyalah garam dapur. Dia mengaku diminta bosnya untuk mengambil 1,5 kg sabu di kawasan Juanda.

“Saya juga tak tahu, saya menerimanya sudah berupa itu,” kata Anton.

Kepada wartawan, Anton mengaku hanya bertugas untuk meranjau atas perintah seseorang yang dia sebut bos. Dalam setiap transaksi Anton menerima upah sebesar 1,5 juta rupiah.

“Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari. Saya hanya disuruh meranjau di tempat yang sudah ditentukan,” tabahnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Anton dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

Sementara sepanjang bulan Juni 2019, Selain Anton, polisi juga meringkus 11 pengedar sabu lainnya dengan barang bukti yang diamankan, total 231,88 gram sabu.

 

Reporter : Ryu02

Editor : Yenny

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

loading...

Back to Top